--> # Sekolah Diizinkan Dibuka Meskipun di Zona Kuning - kahfiruspendi
Home Informations

Sekolah Diizinkan Dibuka Meskipun di Zona Kuning

Bukan Hanya Hijau: Sekolah di Zona Kuning Sekarang Diizinkan untuk Dibuka Kembali

Setelah berbulan-bulan ditutup, sekolah di area berisiko rendah Covid-19 atau "zona kuning" akan dibuka kembali untuk pembelajaran tatap muka di bawah protokol kesehatan yang ketat.


Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, pemerintah sedang mempertimbangkan rencana pembukaan kembali menyusul keluhan panjangnya pembelajaran online.

Orang tua berjuang untuk menyulap dengan mengajar anak-anak mereka dan memiliki pekerjaan penuh waktu. Guru merasakan tekanan untuk menyelesaikan kurikulum terlepas dari situasinya dan kemudian menugaskan siswanya dengan segunung tugas sekolah.

Nadiem juga mengkhawatirkan adanya dampak negatif permanen dari pembelajaran jarak jauh yang berkepanjangan, seperti tingginya risiko putus sekolah. Anak-anak yang tidak memiliki teknologi andal berpotensi tertinggal dan dengan demikian memperlebar kesenjangan dalam prestasi belajar dengan mereka yang memiliki akses. Mereka juga terpapar risiko psikososial dari kekerasan di rumah dan stres karena tidak dapat bertemu teman mereka.

"Karena itu, kebijakan pemerintah tidak boleh satu dimensi. Selain menjaga anak-anak aman dari Covid-19, kita juga harus memikirkan apa yang terbaik untuk masa depan mereka," kata Nadiem dalam jumpa pers online, Jumat.

Data pemerintah menunjukkan 163 kabupaten atau kota berada di zona kuning atau berisiko rendah penyebaran Covid-19 berdasarkan indikator yang ditetapkan pemerintah. Sebelumnya, sekolah di 86 kawasan zona hijau, yang tidak memiliki kasus Covid-19 dalam dua pekan terakhir, memiliki opsi untuk dibuka kembali.

Secara total, 47 persen siswa di seluruh nusantara sekarang dapat menghadiri kelas tatap muka, sedangkan 53 persen sisanya di zona oranye dan merah masih harus mengikuti pembelajaran jarak jauh.

“Sekolah yang berada di area zona kuning dapat dibuka kembali, namun itu bukan keharusan,” kata Nadiem.

Menteri hanya mengizinkan sekolah dasar dan menengah dibuka kembali seperti sekarang. Pendidikan anak usia dini (Paud) akan bisa dimulai paling cepat pada bulan Oktober.

Sebelum dibuka kembali, ada juga daftar periksa yang harus diselesaikan sekolah, termasuk izin dari pemerintah daerah dan protokol kesehatan yang ketat. Sekolah tidak dapat memaksa anak untuk menghadiri kelas jika orang tua mereka menolak untuk menyekolahkan anaknya.

Sekolah juga harus segera ditutup jika pemerintah menyatakan risiko di wilayah tersebut telah meningkat.

Terlepas dari zona mereka, sekolah menengah kejuruan dan universitas dapat mengadakan kelas praktikum di bawah protokol kesehatan yang ketat. Semua kursus teori harus tetap online.

Sementara itu, mengadakan kelas tatap muka di tengah pandemi bisa menjadi tantangan. Sekolah di zona hijau adalah yang pertama dibuka kembali pada bulan Juni, tetapi kasus muncul.

Seorang guru dan seorang operator sekolah dipastikan positif Covid-19 di Pariaman, Sumatera Barat. Pemerintah daerah segera menutup sekolah-sekolah di daerah tersebut, menurut media online setempat Kompas.

Kementerian Kesehatan telah setuju untuk mengizinkan sekolah di zona kuning dibuka kembali tetapi bersikeras sekolah harus segera ditutup jika ada kasus positif ditemukan di antara guru atau siswa mereka.

Pada hari Jumat, Oscar Primadi. Menyatakan jika adanya kasus posotif yang ditemukan pada area sekolah zona hijau maupun zona kuning, maka kegiatan belajar mengajar atau secara langsung bakal distop kembali dan akan dikembalikan pada sistem belajar jarak jauh dari rumah.

Tidak Ada Lagi Tekanan

Nadiem juga telah meluncurkan kurikulum darurat untuk pada seluruh jenjang pendidikan, yang bakal diterapkan pada tahun ajaran 2020/2021.

“Kami sudah menyederhanakan standar mutu kompetensi pada kurikulum 2013 pada tiap tiap mata pelajaran. Dengan itu, guru bisa fokus pada kompetensi mengajar yang esensial dan dibutuhkan untuk maju ke jenjang berikutnya,” kata mantan Kepala Pelaksana Gojek ini.

Kurikulum darurat juga opsional. Sekolah masih dapat memilih kurikulum sebelumnya jika lebih cocok untuk mereka. Untuk pelajaran yang lebih interaktif, guru tidak lagi harus mengajar 24 jam seminggu.

Kementerian juga telah menyiapkan modul belajar dari rumah untuk guru, orang tua, dan siswa pada tahap pendidikan sebelumnya. Untuk PAUD, modul berfokus pada kegiatan menyenangkan untuk menangkal rasa bosan di rumah. Di sekolah dasar, ini menyoroti literasi, berhitung, pembangunan karakter, dan keterampilan hidup.

Modul ini juga memberikan instruksi yang lebih eksplisit untuk orang tua dan guru, kata Nadiem.

No comments:

Post a Comment

to Top